ProfilGibran Rakabuming Raka - Pengusaha , Entrepeneur Inspiratif Nama : Gibran Rakabuming Raka Tempat , tanggal lahir : Solo []
biografigibran rakabuming raka. Biografi dan Profil Lengkap Agnes Mo - Penyanyi Berbakat Indonesia; Biografi dan Profil Lengkap Howard Schultz - Pebisnis Sukses CEO Starbucks; Biografi Lengkap Chelsea Islan - Aktris Muda Berbakat Indonesia Terbaru; Biografi dan Profil Lengkap Virgoun - Penyanyi Pelantun Lagu Surat Cinta Untuk Starla;
InfoBiografiCom - Gibran Rakabuming adalah seorang pengusaha Indonesia yang bergerak dalam usaha katering yang diberi nama Chilli Pari dan pendiri usaha kuliner martabak yang dikenal dengan Markobar. Gibran Rakabuming merupakan putra sulung presiden RI Joko Widodo dan ibu Iriana yang bisa disebut sebagai entrepreneur muda yang sukses di bidang kuliner.
KetertarikanGibran Rakabuming di dalam berbisnis katering berawal sejak dia sekolah di Singapura. Putra Joko Widodo yang lahir pada 1 Oktober 1987 in. Rabu, Juli 13 2022 Breaking News. Tetap Santuy Bro, Gak Ikut-ikutan Beli Mobil Baru Meski Dapat Cuan Miliaran;
Iniberarti dalam membuat desain undangan pernikahan yang bagus harus tetap memperhatikan informasi yang sesuai. 60 ucapan pernikahan lengkap dan terbaik bisa bikin pengantin terkesan. Contoh Tulisan Undangan Pernikahan Eva. Jika mereka miskin allah akan mengkayakan mereka dengan karunianya. "wanita yang baik untuk pria yang baik.".
Saatini nama Gibran Rakabuming mungkin sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, di luar fakta bahwa ayahnya, Joko Widodo, adalah seorang presiden negara republik Indonesia. Gibran adalah pemilik sebuah bisnis di bidang catering dan wedding organizer dengan nama Chili Pari.
Download Download Full PDF Package. Translate PDF. MAKALAH PENGUSAHA-PENGUSAHA SUKSES Guru Pembimbing: Dra. Hj. Heni Turhaecin X.MIA 6 Disusun oleh: Kelompok 2 1. Aulia Rahman 2. Dwi Putra Ardiansyah 3. Eva Putri Sari 4. Firly Sheshilia 5. Grace Melissa Anastasya SMAN 1 CIKAMPEK TAHUN AJARAN 2016-2017 0 f Kata Pengantar Segala puji syukur kami
GibranRakabuming Raka dan Selvi Ananda selalu jadi sorotan media meskipun sedang tak tampil mesra. Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda selalu jadi sorotan media meskipun sedang tak tampil mesra. Senin, 11 April 2022; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com; TribunStyle.com;
TRIBUNVIDEO.COM - Gibran Rakabuming Raka adalah putra sulung dari Presiden RI ke-7, Joko Widodo dan Iriana Jokowi.. Gibran Rakabuming Raka lahir di Solo pada 1 Oktober 1987. Nama Gibran Rakabuming Raka dijadikan sebagai nama perusahaan mebel Joko Widodo yaitu CV. Rakabu. Gibran Rakabuming Raka menempuh pendidikan di Kota Solo dan melanjutkan ke Orchid Park Secondary School, Singapura.
Gibranmenyebut Kaesang bisa lebih baik mengelola usaha dibandingkan dirinya. Gibran Rakabuming Serahkan Sebagian Usaha ke Kaesang | Republika Online REPUBLIKA.ID
Xy8E1. SOLO, - Menjadi pengusaha katering dan membuka usaha martabak, merupakan pilihan hidup Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo. Mandiri. Itu alasan Gibran memilih menjadi pebisnis. "Karena saya ingin mandiri," ujar Gibran saat wawancara eksklusif dengan di Solo, Jawa Tengah, Minggu 27/8/2017.Ia tak ambil pusing jika pilihannya berbisnis dianggap berbeda dengan anak pejabat kebanyakan di Indonesia. Gibran mengaku nyaman menjalaninya. Meskipun, kata Gibran, pilihan hidupnya bertolak belakang dengan keinginan sang Ini Dia Foto Keluarga Gibran, Selvi, dan AnaknyaMenurut dia, Jokowi ingin Gibran meneruskan usaha mebel yang sudah cukup besar. Namun, ia menolaknya."Tapi ya itu tadi, saya pingin mandiri saja," lanjut 2010, Gibran mulai merintis perusahaan katering bernama Chili Pari dengan modal yang didapatkannya dari pinjaman bank, bukan dari ayahnya yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Mengapa memilih usaha katering? Pria kelahiran tahun 1987 tersebut menilai, ada peluang meraup untung pada bidang usaha itu. "Saya melihat kesempatan pasarnya ada. Pernikahan orang kan pasti, event pernikahan ada terus. Apalagi saya punya gedung pernikahan sendiri. Jadi satu paket. Pasarnya jelas, pembelinya jelas ada," papar Cara Gibran dan Kaesang Hadapi "Haters" JokowiSeiring waktu berjalan, insting usahanya ternyata katering yang dirintis Gibran terus berkembang hingga saat ini. Bahkan, Chili Pari kini tidak terbatas pada katering saja, tetapi juga wedding organizer hingga pengadaan suvenir, undangan, dan foto pre-wedding. MarkobarTidak puas "bermain" di usaha katering, Gibran dan beberapa rekannya mengembangkan bisnis kuliner lain, sekitar tahun 2015. Martabak Kota Baru atau yang dikenal dengan 'Markobar'. Martabak delapan rasa menjadi andalan Markobar, dan kini sukses "digandrungi" Najwa Shihab Sosok Gibran dan Kaesang Bikin Penasaran...Kini, Markobar telah memiliki 29 cabang yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. "Keuntungannya lumayanlah dikit-dikit. Meski dibandingkan Chili Pari, masih lebih tinggi Chili Pari. Tapi prospeknya luar biasa sih, kita bisa menyesuaikan dana untuk buka cabang," ujar Gibran."Dari awal kan sudah enggak ada suntikan dana. Jadi ya kalau mau buka cabang di kota lain, ya buka saja. Dananya itu kita puter terus," lanjut dia. Baru-baru ini, Markobar meluncurkan menu baru bernama Tipis Kering. Martabak tipis manis, yang garing jika digigit itu sebenarnya menu lama di dunia martabak. Bedanya, menu Tipis Kering ala Markobar diklaim lebih tahan lama dibandingkan menu sejenis di tempat lain. "Kalau di tukang martabak biasa kan beli, dibawa pulang, menjadi lembek. Nah kalau ini enggak. Tinggal dimasukin toples saja aman, tetap garing," ujar dia. Tidak hanya Chili Pari dan Markobar, Gibran juga menjajal bisnis kedai kopi dan olahan ceker ayam. Ketika ditanya apa bayangan tentang usahanya 10 hingga 20 tahun ke depan, Gibran cukup visioner. Ia menargetkan Chili Pari eksis dan bisa merambah kota-kota lain selain Solo. Sementara Markobar, Gibran menargetkan memiliki cabang di seluruh kota besar di Indonesia, bahkan Papua. Ke depan, Gibran berencana melebarkan sayap usahanya ke sektor lain. Kali ini, ia akan berkolaborasi dengan adik bungsunya Kaesang Pangarep. Namun, ia masih merahasiakannya. Petunjuk yang dia berikan kepada usahanya tersebut akan memberikan edukasi bagi masyarakat. "Ditunggu saja nanti," ujar dia. Kompas TV Membaca Keakraban Agus Yudhoyono dan Presiden Jokowi Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Gibran Rakabuming Raka usai menyerahkan berkas pendaftaran anggota partai di kantor DPC PDIP Solo, 23 September 2019. Foto ANTARA/Mohammad AyudhaLewat PDIP, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming, mengincar kursi Wali Kota Solo—jabatan yang mengawali pamor dan kiprah politik sang ayah di kancah nasional. Padahal, dulu, bukan cuma sekali Gibran bilang tak minat terjun ke dunia politik. Kenapa kini ia berubah pikiran? “Enggak ada niat politik dinasti, kasihan rakyat...”Gibran mengucapkan itu usai meluncurkan salah satu bisnis kulinernya, Sang Pisang X Markobar, di Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Maret 2018. Menurut putra sulung Presiden Jokowi itu, jika keluarganya terjun ke politik mengikuti jejak sang kepala keluarga, rakyat bisa 32 tahun itu mengaku tak tertarik politik. “Sekolah juga bukan sekolah politik, bukan bidangnya saya,” studi di dua universitas berbeda, Management Development Institute of Singapore dan University of Technology Sydney Insearch, Gibran mengambil studi manajemen. Masing-masing lulus pada 2007 dan manajemen itu pula yang menjadi bekalnya menekuni aneka bisnis kuliner. Tak kurang dari empat merek makanan-minuman ia luncurkan, yakni Martabak Markobar, Goola Drinks, Mangkok Ku Rice Bowl, dan Siap Mas Keripik. Itu belum termasuk jasa katering sekaligus wedding organizer Chilli Pari Catering di bila Gibran pernah beberapa kali menyebut diri awam soal politik, itu tak mengherankan. Pada 2005, Gibran bahkan sempat keberatan dengan pencalonan sang bapak, Jokowi, menjadi Wali Kota Jokowi sempat menyebut Gibran dan adiknya, Kaesang Pangarep, antipati terhadap politik. “Wong saya paksa untuk megang pabrik saya saja pada enggak mau semua. Diberi saja enggak mau, apalagi kalau dipaksa-paksa. Dia jadi politikus kan ya sulit,” kata Jokowi kepada kumparan di Istana Bogor, April lebih suka menggeluti bisnisnya sendiri di sektor kuliner ketimbang mengelola bisnis bapaknya. Hingga akhir 2018, Gibran disebut Jokowi tak punya insting dan minat pada politik.“Masih 100 persen senang di dunia usaha," kata Jokowi di Kebun Raya Bogor, Desember dan Kaesang dan bisnis kuliner mereka, Sang Pisang X Markobar. Foto Fachrul Irwinsyah/kumparanKiprah Gibran di bisnis kuliner memang tak perlu diragukan. Bisa dibilang, ia sukses berat. Sampai-sampai ia didapuk menjadi Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia APJBI Kota bisnis kuliner Gibran kini genap satu dekade. Semua ia mulai pada 2010, saat umurnya 23 tahun. Kala itu, ia meminjam duit dari bank untuk memodali bisnis pertamanya, Chilli Pari Catering, yang kemudian berkembang menjadi jasa wedding organizer dengan konsep one-stop wedding Pari menawarkan pembuatan suvenir, undangan, dan dekorasi pernikahan, sampai penyewaan gedung untuk pesta perkawinan, sepaket dengan rias pengantin, foto pre-wedding, katering resepsi, plus hiburan dan MC. Pada Oktober 2019, omzet Chilli Pari mencapai Rp 1 miliar per menjalankan Chilli Pari, pada 2016 Gibran membangun bisnis martabak berkonsep kaki lima, Markobar, yang diawali wirausahawan muda Arif Setyo Budi. Kini Markobar yang spesialis di rasa manis telah memiliki 33 gerai di seluruh 2019, bisnis kuliner Gibran makin menggurita. Ia membuka tiga bisnis baru lewat kolaborasi dengan sejumlah pihak. Pertama, Goola Drinks yang mengkhususkan pada jenis minuman tradisional macam es doger, susu kelapa, susu gula aren, es cincau, kacang hijau, ketan hitam, sampai es asam 2019, Goola mendapatkan pendanaan dari Alpha JWC Ventures sebesar Rp 71 miliar. Dana itu rencananya antara lain digunakan untuk memperbanyak gerai di 100 lokasi pada tahun 2020 kedua yang dibuka Gibran tahun 2019 ialah Mangkok Ku. Restoran rice bowl yang diresmikan di bulan Juli itu kerja sama Gibran dengan adiknya, Kaesang Pangarep, serta Chef Arnold Poernomo dan Randy Julius. Berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Mangkok Ku akan membuka empat gerai lain yang tersebar di Jakarta dan satu bulan saja dari peluncuran Mangkok Ku, Gibran kembali meresmikan bisnis ketiganya di tahun yang sama, yakni Siap Mas Keripik yang juga berkolaborasi bersama Kaesang. Keripik rasa singkong, seblak, dan nasi goreng yang dilengkapi minuman jahe kacang, jahe susu, dan kacang hijau itu akan dipasarkan lewat jaringan toko Julius, Gibran, Chef Arnold, dan Kaesang saat peluncuran Mangkok Ku. Foto Azalia Amadea/kumparan“Kalau kita jadi pengusaha, punya pegawai—ratusan pegawai, ribuan pegawai, itu bagus. Bisa menghidupi orang banyak,” kata Gibran soal alasannya menjadi pengusaha di Matraman, Jakarta Timur, November setelah satu dekade berkecimpung di bisnis kuliner, lima usaha milik Gibran—Chilli Pari Katering, Martabak Markobar, Goola Drinks, Mangkok Ku Rice Bowl, dan Siap Mas Keripik—secara bertahap dihibahkan pada Kaesang, sang adik, seiring keputusan Gibran untuk terjun ke dunia politik yang dulu tak ia ini, proses pengalihan bisnis Gibran ke Kaesang sudah mencapai 50 persen. Ia memantapkan diri mulai menekuni karier politik seperti ayahnya, dan telah mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Solo lewat Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Tengah pada Desember 2019, sementara pendaftaran di tingkat Dewan Pimpinan Cabang Solo kadung Politik dari Solo. Desainer Maulana Saputra/kumparanKeputusan Gibran untuk maju ke Pilkada Solo tak ayal mengagetkan banyak kalangan. Ia telanjur dikenal dengan pilihannya menghindari politik. Di sisi lain, yang tak menyenangkan, majunya Gibran berpotensi menjegal bakal calon yang diusung DPC PDIP Solo, yakni petahana Achmad Purnomo yang maju bersama mantan Ketua DPRD Surakarta Teguh Gibran, Ramadan 2019 menjadi titik balik dari keputusan drastisnya untuk mengikuti jejak sang ayah, Joko Widodo.“Bulan puasa kemarin saya di Solo, ketemu orang, tanya-tanya ke warga keadaan Solo seperti apa. Nah, saat itu saya mulai terbuka bicara masalah politik dengan Bapak. Saya mulai bicara masalah politik, tidak lagi masalah uang,” kata Gibran di Solo, Kamis 2/1.Minat Gibran pada perkara politik akhirnya terbuka. Ia lantas berkenalan dengan banyak orang mendalami politik. Ia juga menyebut nama beberapa politisi yang ia anggap sebagai mentor, yakni Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Ketua DPR Puan Maharani. Walhasil, Gibran merasa jadi paham kenapa politik bisa menjadi jalan baik untuk menolong banyak orang.“Kalau di bisnis mungkin saya cuma bisa bantu ribuan orang pegawai saya, mungkin cuma bisa ngasih CSR. Tapi kalau masuk politik, saya ternyata bisa bantu lebih banyak lagi,” ujar mengikuti jejak sang ayah, Jokowi, terjun ke dunia politik. Ilustrator Maulana Saputra/kumparanGibran pun meminta restu kepada sang bapak. Beberapa pesan disampaikan Jokowi, salah satunya mengingatkan Gibran untuk mengikuti seluruh mekanisme partai terkait penjaringan calon Wali Kota Solo. “Harus melalui proses ini, masih panjang. Semua proses dilalui, jangan ada jalan pintas. Semua mekanisme partai harus dilakukan. Tidak ada yang namanya jalan pintas,” ujar Gibran menirukan ucapan Jokowi hari setelah memantapkan tekad dan maju lewat DPD PDIP Jawa Tengah, Gibran dihadapkan dengan hasil survei Median yang menempatkannya di bawah petahana, Wakil Wali Kota Solo Achmad berada di posisi dua dengan elektabilitas hanya 19,1 persen berdasarkan survei Median dengan metode terbuka, dan 24,5 persen lewat metode tertutup. Sementara Achmad Purnomo pada masing-masing metode beroleh angka 40,9 persen dan 45 persen. Jauh di atas Gibran menyangsikan survei tersebut. Ia mengatakan lebih berpegangan pada survei internal PDIP yang menurutnya memberikan hasil lebih baik baginya. “Tidak serendah survei Median itu,” Gibran aktif blusukan ke beberapa titik di Solo. Bersama tim suksesnya, dia menyambangi Pasar Mojosongo dan Pasar Klewer pada akhir tahun 2019. Di sana, ia membagi-bagikan kalender tahun baru bergambar dia dan putranya, Jan Ethes yang kerap disebut orang amat Gibran, ia mengeluarkan banyak uang untuk blusukan, namun tak mau menyebut kisaran angkanya. Ia sadar duit modal politik itu tak bakal balik ke kantongnya seperti ragam bisnis yang ia bangun, namun ia merelakannya. Apa pun hasilnya, Gibran bilang bakal tetap melaju di jalur politik, termasuk bila rekomendasi PDIP untuk calon Wali Kota Solo nantinya jatuh ke tangan Achmad Purnomo, bukan dirinya.“Saya sudah siap kecewa dan dikecewakan. Saya sudah tidak cari uang lagi. Cari uang itu sudah 10 tahun yang lalulah. Sekarang cita-cita saya berubah. Saya itu sudah sering ditegur Bapak,” kata Gibran.“Ditegur” yang dimaksud Gibran itu ialah diingatkan bahwa politik bisa membuatnya membantu lebih banyak dan Gibran di depan Istana Negara, Oktober 2019. Foto Helmi Afandi Abdullah/kumparan Gibran kini punya relawan yang menurut salah satu anggotanya, Antonius Yoga, berjumlah 40 orang. Tim relawan itu disebut bukan bentukan Gibran, melainkan terwujud secara sukarela. Antonius berpandangan, Solo butuh figur baru yang mampu membawa perubahan signifikan sekaligus mempercepat pembangunan. “Itu, menurut kami, hanya bisa dilakukan oleh seorang anak muda yang melek teknologi, punya pikiran out of the box, dan ini ada di Solo, yaitu Mas Gibran,” kata Antonius kepada kumparan di itu tim relawan Gibran saat ini fokus mengejar ketertinggalan elektabilitas Gibran. Mereka bergerilya melalui jalur sosial media yang dianggap bisa jadi cara efektif. Tim memasang target mengunggah sosok Gibran ke medsos minimal satu kali sehari untuk memperkenalkannya lebih luas kepada khalayak. Mereka mendapat asupan foto-foto dan video dari Tim Internal Gibran.“Gibran pakai sandal jepit, misalnya, sudah mulai ada yang nanya, Sandal jepitnya merk apa, Mas?’” cerita Antonius, mencontohkan interaksi antara timnya dan netizen.“Dia megang es teh aja jadi viral. Sampai di-retweet Bu Susi yang ngomentari. Jadi efeknya sudah nasional. Foto itu tuh dia dengan spontan beli es teh di warung karena haus sehabis Jumatan, terus difoto, tau-tau viral,” imbuh Antonius. Ia menggambarkan Gibran sebagai sosok yang tak kebanyakan bernarasi, punya pribadi ramah, dan berpenampilan menarik. Di sisi lain, ia disebut tak bisa diprediksi.“Tidak pernah diprediksi. Tahu-tahu ngucapin selamat Natal kemarin, sambil bilang Jangan lupa, adik saya juga ulang tahun hari ini,’” ucap Antonius seraya tertawa. Kaesang memang lahir 25 Desember, bertepatan dengan perayaan Rakabuming mendaftar jadi calon Wali Kota Solo di kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Semarang, 12 Desember 2019. Foto Afiati Tsalitsati/kumparanNamun, sambutan positif sebagian orang untuk Gibran tak berlaku di PDIP Solo. Majunya Gibran di Pilkada Solo yang terkesan mendadak membuat internal partai banteng moncong putih itu Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Solo, Putut Gunawan, Gibran selama ini tak pernah berkomunikasi dengan baik ke pengurus partai, bahkan beberapa kali terjadi distorsi komunikasi. Oleh sebab itu, ujarnya, akan janggal jika pencalonan Gibran diteruskan. “Apa pun motivasinya, secara sadar maupun tidak, yang terjadi adalah dia obrak-abrik partai di Kota Solo ini,” kata Putut kepada kumparan di kantor DPRD Solo, 31 Desember Eksekutif Median, Rico Marbun, berpendapat PDIP memang terbelah soal Pilkada Solo. Di satu sisi terdapat kelompok pendukung Achmad Purnomo dengan jumlah lumayan besar, di sisi lain ada pendukung Gibran yang juga tak sedikit. Achmad Purnomo diusung konstituen struktural dan elite lokal partai, sedangkan Gibran didorong konstituen kultural dan pemilih menurut Rico, banting setirnya Gibran ke jagat politik mirip dengan Jokowi semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta. Semula Jokowi menyebut tak akan maju sebagai calon presiden, namun akhirnya ucapan itu ia langgar baiknya, ujar Rico, PDIP memberi waktu pada Gibran untuk menunjukkan upayanya, apakah ia dapat meningkatkan elektabilitasnya atau tidak. Setelahnya, hal itu dapat menjadi rujukan partai dalam menentukan calon.“Orang, ketika dia sampai di usia tertentu dan sampai pada karier tertentu, apalagi sudah merasa dirinya cukup dengan usahanya, mungkin sudah merasa waktunya untuk masuk ke politik. Itulah kenapa pintu itu jangan pernah ditutup,” tutup Rico.
Namanya Gibran Rakabuming Raka. Kisah pengusaha muda yang sukses berbisnis katering dan kafe ini sangat inspiratif. Sebagai anak Presiden Jokowi, siapa sangka Gibran juga punya pengalaman jatuh bangun dalam memulai bisnis? Keberhasilan meraup profit besar dari Chili Pari dan Cafe Markobar – nama jasa katering dan Kafe milik Gibran Jokowi di Solo – diraih dengan usaha dan kerja keras. Tak cukup mendompleng nama tenar orang tua lantas begitu mudahnya mendapat order. Sebelum lanjut mengintip rahasia kunci sukses dan strategi marketing bisnis kateringan milik pengusaha muda putra pertama presiden Jokowi ini, mari kita telusuri biodata singkatnya. Profile Biografi Gibran Rakabuming Raka Sayang sekali kami belum berhasil menemukan nama sekolah dasar / SD tempat si kecil Gibran menuntut ilmu di Solo Nama Lengkap Gibran Rakabuming Raka Tempat / Tanggal lahir Surakarta Solo / 1 Oktober 1987 Nama Ayah Ir Joko Widodo Jokowi Nama Ibu Ny Iriana Nama adik Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep Nama istri Selvi Ananda Nama Anak Jan Ethes Trinarendra Riwayat Pendidikan SD di Solo Sekolah setingkat SMP di Singapura Orchid Park Secondary Singapore setingkat SMA, lulus tahun 2002 Development Institute of Singapore, lulus tahun 2007 University of Technology Insearch, Sydney, Australia, lulus tahun 2010 Ide Anak Jokowi Mendirikan Usaha Catering Ide membuka usaha katering sudah lama ada di benak Gibran. Hal itu tak terlepas dari pemikiran saat melihat gedung pertemuan Graha Sabha Buana milik keluarga Jokowi hanya disewakan saja. Padahal menurutnya, justru income terbesar ada pada suplai kateringnya. Jadi, kenapa tidak sekalian menawarkan jasa katering juga pada konsumen penyewa gedung? Istilahnya sambil menyelam minum air. Berawal dari kejelian melihat peluang usaha katering inilah Gibran Rakabuming mendirikan Chilli Pari Catering di kota Solo pada akhir tahun 2010, selulus dari kuliah di Sydney. Dari sini pula ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia APJBI Kota Solo ini sekarang dikenal sebagai salah satu sosok pengusaha muda sukses di bidang kuliner. Tantangan Gibran Rakabumi Memulai Usaha Katering Jokowi Tak Memberi Restu Tantangan awal paling berat sebelum memulai usaha justru datang dari ortunya sendiri, yaitu Jokowi. Awalnya Jokowi tak setuju anak tertuanya ini menekuni bisnis katering. Beliau menginginkan anak pertamanya ini untuk melanjutkan bisnis keluarga di bidang mebel. Namun Gibran dengan tegas menolak karena lebih tertarik untuk mengembangkan bisnis katering dan wedding organizer. Kengototan ini pada akhirnya terbayar lunas saat Gibran berhasil membuktikan apa yang diyakininya terbukti benar. Bisnisnya terus melesat bak meteor dari tahun ke tahun. Pencapaian luar biasa yang mungkin tak terbayangkan oleh sang ayah. Tak Cukup Modal Tantangan kedua dari segi permodalan. Tanpa sokongan dana segar dari orangtua, Gibran Rakabumi lalu menyusun proposal dan mengajukan kredit ke berbagai bank. Tapi karena tak ada pengalaman bisnis dan usianya yang saat itu masih sangat muda 22 tahun, proposalnya nyaris ditolak semua bank. Beruntung ada satu bank yang masih mau memberinya kesempatan dan bersedia mengucurkan kredit. Dia tak menyebut berapa angka nominalnya. Namun ada beberapa sumber yang menyebut angka 700 juta. Ada juga yang bilang 1 milyar rupiah. Mana yang benar, tanyakan sendiri sama mas Raka ya... D Belum Berpengalaman Dalam Bisnis Permasalahan ketiga, karena Gibran belum menguasai seluk beluk bisnis kuliner. Dia juga bukan jago masak. Maka butuh perjuangan ekstra agar bisa tetap eksis. Sebagai pemain baru dalam bisnis ini, Gibran mengaku secara otodidak dalam mempelajarinya. Bermodal kesenangannya jelajah kuliner, ia kerap melakukan test food, trial and error. Intinya, tak pernah lelah untuk belajar dari kesalahan Keraguan Calon Pelanggan Keempat adalah masalah kepercayaan konsumen. Sebagai pemain baru di bisnis katering, sulit untuk meyakinkan pelanggan yang menggelar event besar dengan ribuan tamu undangan. Alhasil, di tahun pertama Chili Pari praktis hanya mampu menjaring order kecil-kecilan. “Yang sulit adalah meyakinkan calon konsumen bahwa kami beda. Kami kasih edukasi ke pasar. Kalau yang lain masih skala rumah tangga, sistem kami sudah tertata,” Seperti umumnya orang baru merintis usaha, banyak hambatan lain yang menghadang. Tapi suami dari Selvi Ananda ini tak patah arang untuk meraih kesuksesan. Seperti filosofi yang terkandung dalam nama brand-nya Chilli Pari. Chilli dalam bahasa Indonesia adalah cabe atau lombok. artinya lambang semangat dan keberanian. Sedang pari adalah bahasa jawa yang artinya padi, lambang kemakmuran dan kesejahteraan Strategi dan Kunci Sukses Gibran Jokowi Menjalankan Bisnis Semua pengusaha pasti punya konsep strategi dalam menjalankan terkecuali anak muda satu ini. Nah, trik apa yang dipakai putra kesayangan ibu Iriana ini menyulap usaha kateringannya memiliki omzet milliaran dalam sebulan? Simak jurus mautnya berikut Konsep Baru Keterbatasan modal membuat Gibran Raka harus membuat skala prioritas. Mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa diurus belakangan sambil jalan. Dan prioritas pertama adalah merenovasi kantor. Seperti dikutip dari liputan 6 , ini alasannya “Kantor ini sebenarnya digunakan sebagai test food. Sebelum pelanggan pesan, mereka bisa mencoba dulu makanannya.” Dengan kantor yang bagus itulah dia berupaya menarik konsumen. Namun konsep baru ini pun tidak bisa langsung menarik konsumen secara instan. Umumnya pelanggan lebih percaya dengan penyedia jasa katering atau restoran yang sudah terkenal. Strategi Jemput Bola Gibran Rakabuming membentuk tim pemasaran. Tim marketing inilah yang terjun untuk menjemput pasar. Gibran sendiripun tak segan ikut turun tangan sendiri menawarkan jasa kateringnya. Dia aktif mendatangi kantor dan rumah-rumah guna meyakinkan calon konsumen. Dia tak malu walau statusnya saat itu sebagai anak walikota Surakarta. Kegigihannya ini tak langsung membuahkan hasil. Beberapa kali dia dan team marketingnya harus menerima penolakan sampai pembatalan pesanan gara-gara namanya belum dikenal. Pernah suatu ketika seorang ibu memesan makanan dari Chilli Pari untuk keperluan pernikahan anaknya. Namun, beberapa hari sebelum pernikahan, dia tiba-tiba membatalkan pesanannya. Pahit memang. Tapi itulah bisnis. Butuh kesabaran, keuletan serta mental baja jika ingin sukses. Strategi Piring Terbang / Kecepatan Layanan Maksudnya adalah kecepatan dalam layanan. Istilah piring terbang ini mengacu pada budaya masyarakat kota Solo yang tak terbiasa dengan jamuan ssistem buffet / prasmanan. Dimana tamu-tamunya duduk, pelayannya yang datang mengantarkan makanan. “Kalau di Jakarta dan Surabaya serta kota besar lain, kan sudah sistem buffet. Mereka ngambil sendiri. Karena orang Solo bilang, kalau tamu nggak dilayani, itu nggak sopan. Biasanya, memang begitu kalau orang Jawa yang tradisional. Tapi, kalau yang sudah modern, pasti pilih buffet,” ungkapnya. Menurut dia, kunci bisnis katering di Solo dengan budaya piring terbang adalah kecepatan. Oleh karena itu, jumlah personel yang memadai diperlukan. Tak Pernah Berhenti Berinovasi Sejak berdirinya Chilli Pari Catering Solo di akhir tahun 2010, kami tidak pernah berhenti untuk bereksperimen dan berinovasi. Dedikasi kitchen crew kami pada inovasi produk sangatlah tinggi untuk bisa menjadi nomer satu di industry kuliner di kota solo. Dengan banyaknya pesaing di kota solo, chilli pari memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman dan memilih untuk memberikan sebuah kreasi yang berbeda. Traditional taste; modern touch, itulah pedoman kami. Demikian prinsip dari Chilli Padi Catering milik anak Jokowi yang kami kutip dari profile perusahaan di website resminya. Selengkapnya bisa Anda baca di link ini Mengembangkan Unit Usaha Bisnis katering berhubungan erat dengan acara pesta. Maka Perusahaan katering Gibran Jokowi ini juga merambah sebagai penyedia jasa one-stop wedding solution. Selain menu makanan, juga menawarkan berbagai kebutuhan pesta seperti gedung pernikahan, dekorasi, rias pengantin, souvenir, undangan, entertainment, mc, dan sebagainya. Gencar Berpromosi Untuk membuat bisnis kulinernya makin di kenal masyarakat luas, Gibran gencar mengikuti bazaar dan pasang baliho. Dan seiring dengan makin populer namanya diekspose media, sedikit banyak ikut mempopulerkan usaha katering Chilli Pari dan Cafe Markobar miliknya. ** *** *** Demikian sekilas cerita kisah sukses Gibran Rakabuming Raka. Pengusaha muda anak Jokowi yang sukses mengelola bisnis Chilli Pari Catering dengan penuh semangat pantang menyerah. Dia tak mau memanfaatkan nama besar sang ayah untuk mengeruk keuntungan pribadi. Patut dicontoh oleh generasi muda. Semoga kisah kesuksesan ini memotivasi dan memberi inspirasi bagi calon wirausahawan yang ingin serius berbisnis katering. Sumber referensi